Untuk Khalid #1

bismillah, hari ini pengen nulis sesuatu yang kelak insyaAllaah bisa Khalid baca. ini bagian pertama; insyaAllaah ada bagian-bagian selanjutnya ya.

Khalid, anak pertama ibu dan bapak, anak laki-laki yang lahir diluar dugaan, karena hasil usg-nya perempuan. tangisan pertama Khalid ditandai dengan tembakan gas air mata di Jakarta sana, cukup jaaauuuh dari rumah kita.

semalam sebelum lahiran, ibu memikirkan pakdemu; yang bekerja di Jakarta sana. khawatir dengan kerusuhan yang ada di sana. tapi, sesaat sebelum kamu lahir, beliau masih sempat mengirimkan pesan singkat untuk menyemangati ibu. padahal waktu itu WhatsApp sedang trouble, bahkan bidan yang menemani ibu melahirkan pun asyik diskusi tentang VPN supaya bisa WhatsApp-an

sesaat setelah kamu lahir, ibu hanya bisa memanggil namamu dengan lirih‚Ķ Khalid ūü•ļ

Pojok Baik #9 | Umbar

assalaamu’alaykum, teman-teman.

beberapa bulan ini aku selalu diingatkan bahwa segala sesuatu yang terlalu sering diumbar, lama-lama akan semakin hambar. maka kita perlu bijak, terlebih ketika bermain-main di dunia maya.

sebenarnya postingan ini juga menjadi salah satu alasan kenapa aku pengen melakukan¬†detox sosmed. ya, karena memang tiba-tiba banyak akun yang sering mempublikasikan hal-hal yang aku rasa tidak pantas untuk diketahui orang lain, contoh; mengumbar foto mesra dengan kekasihnya, baik yang sudah halal, maupun yang belum. Continue reading “Pojok Baik #9 | Umbar”

Ketika 20.21

bertambahnya usia belum tentu seiring bertambahnya tingkat kedewasaan. belum tentu pula bertambah tingkat keimanan dan ketakwaan.

bertambahnya usia merupakan tanda, bahwa waktu yang telah ditentukan semakin dekat. karena kita tidak akan pernah tahu kapan waktu itu tiba.

entah, kenapa ada yang tiba-tiba ngirim gambar beserta caption seperti itu. Continue reading “Ketika 20.21”