“jangan ngalah, nanti dia seneng karena berhasil membuat kekacauan di sini”

kira-kira begitu kalimat yang sering mas ucapkan akhir-akhir ini. aku sedang ada pada titik dimana nggak tau harus ngapain lagi biar bisa merasa ‘puas’. iya, orang itu rupanya sudah berhasil mengacaukan pikiranku.

tapi nggak cuma sampai situ, ketika aku bertanya-tanya dalam hati yang udah sesak ‘trus aku harus gimana?’ karena dulu pas mau ‘maju’ pun selalu dicegah, dengan berbagai alasan. mas cuma bilang, “sabar, kita diuji karena Allah yakin kita mampu menyelesaikan ujian ini.”

(more…)