“jangan ngalah, nanti dia seneng karena berhasil membuat kekacauan di sini”

kira-kira begitu kalimat yang sering mas ucapkan akhir-akhir ini. aku sedang ada pada titik dimana nggak tau harus ngapain lagi biar bisa merasa ‘puas’. iya, orang itu rupanya sudah berhasil mengacaukan pikiranku.

tapi nggak cuma sampai situ, ketika aku bertanya-tanya dalam hati yang udah sesak ‘trus aku harus gimana?’ karena dulu pas mau ‘maju’ pun selalu dicegah, dengan berbagai alasan. mas cuma bilang, “sabar, kita diuji karena Allah yakin kita mampu menyelesaikan ujian ini.”

kalau udah gini, jadi inget sama kalimat bersama kesulitan, ada kemudahan.

kayaknya kalimat itu pernah aku tulis berkali-kali di ig story. kalimat yang sama, untuk masalah yang berbeda, dengan harapan yang sama.

aku bisa merasakan energi positif dari kalimat itu. diresapi baik-baik. teringat dulu gimana susahnya pas skripsian, eh selesai juga. berarti semua masalah juga bakal selesai, kalau udah waktunya.

kuncinya cuma satu, sabar dulu.

rasanya kayak gampang ya bilang sabar, nyatanya ya suliitt buat diterapkan kalau nggak dibiasain pelan-pelan. sesederhana baca bismillah pas mau ngapa-ngapain, keliatan gampang tapi kalau nggak dibiasain ya kelupaan terus.

*menghela napas panjang*

lanjut lagi.

“kita adalah penentu atas kehidupan kita, bukan orang lain.”

kalau kita sudah terpengaruh energi negatif dari orang lain, artinya kita membiarkan dia mengatur dan memengaruhi kita. padahal, yang bertanggung jawab atas diri kita, ya kita sendiri kan.

jadi kalau orang lain berbuat tidak menyenangkan kepada kita, ya jangan sampai kita kepancing emosi, apalagi sampai pingin bales dengan perlakuan yang sama. tapi gemes banget pengen bales. huft.

makanya di awal mas bilang, “jangan ngalah, nanti dia seneng…”.

dalam masalah ini, bukan berarti aku harus asal maju seperti yang aku mau dulu, bukan pula aku harus mundur, kabur sejauh-jauhnya seperti yang terpikir saat itu. tapi, sabar dulu. diem dulu. nanti ketemu jalan keluarnya.

kalau udah emosi duluan, jalan keluar sebesar apapun emang nggak keliatan. padahal dah jelas, bersama kesulitan ada kemudahan.

Allah memberikan masalah lengkap dengan solusinya. tapi kadang kita hanya fokus pada masalah, bukan pada solusi. hanya sibuk berusaha sekuat tenaga membuka pintu yang tertutup, sampai lupa menyadari kalau ada jendela yang terbuka.

astaghfirullah.

mari sama-sama introspeksi diri. tulisan ini murni #selfreminder buatku, semoga bisa diambil manfaatnya bagi teman-teman yang membaca.

sampai, jumpa.

@kirahfz

(Visited 123 times, 1 visits today)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.