Pulang #1

terima kasih sudah memilih menjadi teman dan pencerita

sebelum hari ini, aku tidak pernah merasa keberadaanku ini penting. aku pun tidak sadar bila aku perlu berkabar denganmu.

terima kasih sudah mengajarkanku banyak hal yang mungkin tidak akan pernah aku dapatkan bila tak berjumpa denganmu.

termasuk belajar bagaimana cara berkomitmen, bagaimana memulai dan bagaimana menyelesaikannya. belajar bagaimana mengikat tanpa membuat yang diikat merasa tidak nyaman.

terima kasih sudah membuatku jatuh cinta berkali-kali pada Tuhan. sebelum ini, mungkin aku hanya jatuh cinta bila Tuhan mengabulkan printilan doa-doa yang sekedar aku inginkan.

terima kasih sudah menjadi satu dari sekian banyak orang yang pantas aku rindukan. bukan seperti mereka, yang dulu datang dengan penuh drama, lalu pergi seolah aku yang tak mampu lagi bersandiwara.

terima kasih sudah menunggu.

aku pasti akan pulang, pulang pada definisi sebenarnya.

tetaplah di situ. berdiri tegap, jadilah lelaki terbaik versimu sendiri. segala tentangmu adalah baik, yang buruk di mataku ini mungkin hanya karena aku belum cukup baik dalam mengenalmu.

maka, izinkan aku memasuki kembali duniamu, agar aku terbebas dari segala kesalahpahaman yang menimbulkan perdebatan panjang.

izinkan aku menjadi satu dari sekian alasanmu tersenyum, pagi ini, dan sekian ribu pagi setelah ini.

izinkan aku menjadi perempuan yang selalu merasa beruntung memilikimu, bukan karena ketampananmu, atau ketenaranmu. tapi, karena keikhlasanmu dalam membangun dan merawat ruang positif dalam diriku, yang tidak pernah beres sebelumnya.

terima kasih Ibu, sudah melahirkan dan merawat lelaki sebaik ini. semoga Ibu bahagia dan sehat di sana, sampai nanti, sampai aku pulang. sekali lagi,  pulang pada definisi sebenarnya.
sampai, jumpa.

-kirahfz

(Visited 154 times, 1 visits today)

Leave a Reply