Perjalanan Rasa #1

bismillah, teruntuk teman-teman yang bertanya, dulu program hamil nggak kak? aku jawab pelan-pelan di sini yaa.

kita flashback sebentar, ke tahun 2017. memasuki semester akhir, satu per satu urusan di Malang selesai. tahun itu, akhirnya aku memantapkan diri untuk membersamai mas bas, yang sudah ku kenal sejak SMA karena beliau karyawan di sekolahku.

setelah banyak keraguan yang datang, salah satunya karena jarak usia kami yang cukup jauh, akhirnya beliau datang bersama keluarganya, untuk melamar. dengan mempertimbangkan banyak hal, kami menerima lamarannya. syaratnya, aku harus lulus kuliah dulu sebelum menikah.

setelah itu, ada ujian-ujian berat yang harus ku lalui. aku berada di titik terendahku, semangatku hilang, depresi. tidak ada yang tau, teman-temanku di kampus pun nggak tau kalau aku sedang ada masalah yang beraaattt.

sampai akhirnya aku nggak kuat, aku cerita ke Ula, itu pun nggak berani sebut detailnya, hanya garis besarnya saja supaya aku lega. disitulah awal mula haidku tidak teratur, bisa telat seminggu, bahkan dua minggu.

sayangnya, aku tidak ada kesempatan untuk memperbaikinya sebelum menikah. lebih tepatnya, aku tidak berpikir sejauh itu.

21 April aku wisuda, 22 pulang ke Jogja, dan 27 kami menikah.

aku butuh berbulan-bulan untuk menormalkan hormon, menstabilkan emosi. ada konflik batin yang seringkali terjadi, sampai akhirnya aku menulis tulisan ini untuk berdamai dengan diriku sendiri.

jadi, intinya… setelah nikah aku nggak langsung hamil. sempat kosong beberapa bulan, qodarullah.

lalu, program hamilnya seperti apa?

yang pertama, tentu saja bertaubaaat 😭😭😭😭😭 ini nggak perlu dijelasin, pasti teman-teman sudah paham bagaimana caranya.

yang kedua, mendoakan orang lain tanpa sepengetahuannya. temen-temen cari hadits-nya sendiri ya, udah pernah aku posting di instagram. nggak harus orang yang kita kenal langsung, ada beberapa yang kudoain tapi aku nggak kenal, mereka jaauuuh lebih lama menanti buah hati, dibanding aku. cuma tau dari instagram, sampe ngepoin akunnya biar tau nama lengkapnya :”)

qodarullah, sekarang mereka berdua sudah hamil, yang satu sudah melahirkan, beberapa hari setelah Khalid lahir. maa syaa’ Allaah.

yang ketiga, perbaiki pola hidup. perbaiki yang masuk ke tubuh kita, ya makanannya, ya minumannya, ya pikirannya.

ini sebenernya nggak saklek yang gimana-gimana sih, cuma lebih menjaga aja. sesederhana mengurangi semacam fast food, thai tea, dan boba gituuu.

di bulan Juli kami memutuskan buat beli kurma muda, karena banyak yang berhasil hamil dengan ituuu. alhamdulillah, lagi-lagi ini semua atas izin Allaah, setelah rutin makan kurma muda haidku bisa teratur, lalu positif hamil.

sesederhana itu. semua Allaah mudahkan, alhamdulillah :”)

*menghela napas panjang*

jadi, inilah awal dari perjalanan rasa. semoga ada manfaat yang bisa diambil dari cerita ini, insyaAllaah akan dilanjutkan lagi lain waktu, bila Allaah kasih kesempatan.

sampai, jumpa.

— kirahfz ❤️

(Visited 260 times, 1 visits today)
%d bloggers like this: