Menjawab Pertanyaan #2 | Tentang Gambar

haloo, selamat siaaang. edisi kali ini mau mencoba menjawab pertanyaan yang udah masuk, lumayan sering masuk sih sebenernya. dan karena menurutku ini agak berat, jadi aku butuh waktu untuk mencari referensi, untuk diskusi panjaaang, kemudian untuk menuliskannya di sini, agar temen-temen ngerti juga.

ini pertanyaannya:

walaupun sebenernya aku nggak tahu ayat mana yang dimaksud, karena setahuku yang ada adalah hadits… tapi aku coba jawab aja ya.

nah, salah satu referensi yang aku baca mengenai pertanyaan itu, yang sebenernya emang banyak banget yang mungkin udah pernah denger atau baca tentang hukum menggambar makhluk hidup, aku baca penjelasannya di sini.

di sana tertulis jelas bahwa memang ada perbedaan pandangan ulama mengenai persoalan ini, ada yang mutlak mengharamkan semua jenis gambar tanpa melihat manfaat dan tujuan dari gambar itu, ada pula yang mendalami baik-baik hadits-nya, sehingga tidak langsung mengharamkan semua jenis gambar.

nah, aku ngikut golongan kedua, yakni tetep nggambar, dengan tujuan yang baik.

seperti yang aku kutip dari website tadi, ini Yang Disepakati Keharamannya

  1. Semua ulama sepakat mengharamkan patung makhluk bernyawa, seperti arca, berhala, patung dewa, patung manusia dan patung hewan.
  2. Semua ulama sepakat mengharamkan gambar bohong yang tidak ada dasarnya, seperti gambar yang dituduhkan sebagai Nabi Isa, Maryam dan semua nabi dan rasul.
  3. Semua ulama sepakat mengharamkan gambar atau patung tokoh agama lainnya seperti Ali bin Abi Thalib ra dan para shahabat nabiridhwanullahi ‘alaihim.
  4. Semua ulama sepakat mengharamkan patung atau gambar 2 dimensi yang bertentangan dengan syariat, seperti yang membuka aurat, banci, homoseks, lesbianis dan sejenisnya.
  5. Semua ulama sepakat menghalalkan boneka mainan walau berbentuk makhluk bernyawa.

udah jelas belum? hehe.

pada prinsipnya gambar yang dihukumi haram adalah yang dapat menimbulkan kemusyrikan. dahulu orang membuat patung atau gambar untuk disembah. ada juga yang membuat patung atau gambar pemimpin mereka, kyai, ‘alim atau ulama, hingga berlebih-lebihan dan mengagung-agungkan mereka, seolah-olah patung/gambar mereka pun dapat memberikan berkah dan wasilah. nah, menurutku seperti itulah yang diharamkan, karena perbuatan itu termasuk syirik.

jadi, aku tetep nggambar, insyaAllah niatnya untuk dakwah. kenapa harus dengan gambar? karena menurutku di masa sekarang, kids jaman now banyak main instagram. jadi, aku tetep pakai media itu, untuk pelan-pelan menyebar kebaikan. karena setahuku, hidayah itu bisa datang dari mana saja dan kapan saja. siapa tahu, dengan melihat postingan gambar-gambar dakwah di instagram, hati mereka tersentuh untuk menjemput hidayah.

jadi, itu pendapat pertama, tetep nggambar karena untuk dakwah. lalu mungkin akan muncul pertanyaan lain, “kalau open order kan bukan buat dakwah, itu gimana kak?” iya kan?

aku coba ingat-ingat pesen dari guru agama ketika SMA, Bu Hindun, pernah menjelaskan tentang gambar juga. seingatku, boleh nggambar manusia, asal nggak utuh. iya, nggak detail dan utuh. itu yang aku ingat yaa, beliau waktu itu mengilustrasikannya gini “gapapa kalau misalnya mau nggambar, tapi setengah badan aja, atau ada bagian yang nggak digambar” gitu.

jadi, jawabanku untuk pertanyaan kedua, aku nggambarin temen-temen yang order itu niatnya juga buat nyenengin orang, karena rata-rata yang pesen itu buat kado. atau minimal kalau buat diri sendiri, ya untuk mengurangi upload foto diri di sosial media. dan gambaranku juga nggak utuh, nggak detail juga.

itu aja sih yang aku pegang selama ini, Wallahu a’lam bishshawab.

surga dan neraka hanyalah Allah yang mengetahui, tugas kita adalah beribadah dan beramal baik karena kita tidak pernah tahu kebaikan mana yang akan mengantar kita ke surga, dan tindakan mana yang dapat menyeret kita ke neraka.

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk. (QS An Nahl, 16:25)

semoga jawabanku di atas bisa bermanfaat, tetap semangat berkarya yaa 🙂

sampai, jumpa.

– kirahfz.id


kalau temen-temen ada pertanyaan lain yang sekiranya perlu aku bahas di sini, bisa langsung komentar, atau via Sarahah yaa kalau nggak mau diketahui identitasnya. terima kasih 🙂

(Visited 402 times, 1 visits today)

Leave a Reply