J u l i

terlalu banyak kehilangan-kehilangan
yang tidak cukup apabila ‘ku tulis di sini.

cukup aku, dan beberapa orang di sekitarku
yang turut merayakan kehilangan ini.

terima kasih sudah menguatkan,
sudah menenangkan,
dan sudah menjadi orang yang menyenangkan
sekaligus menyebalkan,
dua puluh empat per tujuh.

rasanya, terima kasih saja tidak cukup untuk
membalas seluruh kebaikanmu,
sejak dulu
hingga kini.

oleh karena itu,
nanti,
datanglah lagi.

ketika bapak dan ibuk sudah siap, mantu lagi.

 

Dear, Din

akhirnya, setelah seharian cuma tidur-tiduran sampe badan sakit semua, malam ini sambil maskeran aku coba nulis lagi di sini.

Hai, Din. Apa kabar?

ngga jelas banget ya, kenapa tiba-tiba nulis ini. jadi, ceritanya tadi pagi aku ngga ada kerjaan, karena emang hari ini libur. kamu juga libur kan? iyalah. nah, aku iseng tuh liatin snapgram temen-temen, trus ada yang post GSP. wah, seketika, ngga ngerti kenapa aku langsung inget kamu!

mungkin gara-gara kita pernah Continue reading “Dear, Din”